Jumat, 14 Juni 2019

Penilaian yang sering salah terhadap (saya) Si Introvert


Teman-teman ada yang punya sifat introvert yang cenderung pemalu seperti saya juga gak, mungkin ada sebagian kecil ya dan disini saya mau coba bahas beberapa anggapan atau penilaian yang sering salah terhadap kami si introvert berdasarkan pengalaman pribadi saya ya dan berikut adalah beberapa fakta yang pernah saya alami :

  1. Sering di anggap sebagai orang yang angkuh, padahal sama sekali tidak pernah terlintas dibenak untuk menjadi orang yang sombong atau angkuh, itu murni karena sifat saya yang pemalu jadi saya cenderung cuek dengan maksud supaya saya tidak terlalu  banyak terlibat dalam suatu kegiatan atau sebuah percakapan tertentu dan sebenarnya saya hanya berusaha mengelak saja untuk banyak berinteraksi karena saya termasuk orang yang kaku dan gak PD-an.
  2. Sering di anggap sebagai orang yang anti sosial (ansos) yang gak mau peduli dengan keadaan apapun di sekitar, padahal sebenarnya karena saya sedikit sulit bersosialisasi dan untuk merubah itu gak gampang dan saya lebih senang menyendiri.
  3. Sering di anggap sok ini itu (banyak anggapannya), padahal sama sekali tidak pernah bermaksud untuk sok ini dan itu, lagi-lagi murni karena saya hanya merasa kurang nyaman saja.
  4. Dianggap sebagai orang rumahan, sebenarnya kalau saya pribadi lebih senang traveling sih dan kalau memang punya budget saya lebih senang melakukan perjalanan terencana, liburan diluar kota atau traveling ke tempat yang sedikit jauh misalnya dan orang seperti saya ga bisa disebut sebagai orang rumahan juga sih karena sebenarnya lebih senang jalan.


Itu adalah beberapa fakta yang pernah saya alami dan semua anggapan itu gak benar, kenapa orang-orang bisa beranggapan seperti itu karena mereka tidak begitu paham perasaan si pemalu dan mereka juga belum begitu mengenal sifat si pemalu namun udah main nilai-nilai aja hehehe.

Disini ada yang pernah ngalamin seperti yang saya alami juga gak?  kalau ada boleh dong share ceritanya dan bagaimana kalian menanggapinya, kalau saya pribadi sih selalu cuek bebek aja hihihi.

Rabu, 26 September 2018

Tentang Memilih

haiii,,,jumpa lagi bersama saya pada episode timbul tenggelam (nulisnya) heheee
kebetulan lagi mikir aja kata orang-orang kebanyakan sih hidup ini adalah pilihan dimana kita yang akan memilih mau menjalani kehidupan yang seperti apa yang akan kita jalani.
Akan tetapi secara pribadi saya rada-rada kurang sependapat jika hanya tentang memilih karena bisa dibayangkan jika hanya segampang itu, saya pribadi mungkin nggak akan memilih untuk menjadi seperti ini, sesusah ini (kalau boleh jadi peri baik hati hehee) bukan bermaksud nggak bersyukur ya, tapi jika memilih semudah itu ya kenapa tidak ya nggak,,,iya pastinya. Masalah mengenai kita yang membuat pilihan itu memang betul, namun perlu ada atribut lain juga sebagai pendukung untuk pilihan itu sendiri karena kita sebagai manusia pasti punya cara pandang dan prinsip hidup masing-masing dimana sudah pasti memiliki perbedaan satu sama lain dan yang jelas saya punya pemahaman tersendiri dan kalian juga pasti punya pemahaman sendiri dan bakalan beda-beda pastinya.
so, selamat memilih yaa...

Kamis, 12 April 2018

Tak mengapa, tulis saja



Menulis?

Ya menulis,,,aku sama sekali bukan orang yang memiliki kepiawaian dalam menulis, namun aku lebih senang menulis untuk mencurahkan isi hati daripada menceritakan kepada orang lain. Yang aku tulis tidak ada yang berarti apapun, semua hanya berisi curhatan labil atas kejadian-kejadian yang ku alami dalam hidupku.  Ketika pertama kali mencoba memutuskan untuk mulai menulis di blog rasanya aku gak punya keberanian untuk publish ceritaku diblog selama ini paling cuma coret-coret di buku diary karena selain takut kalau cerita-cerita ku akan menjadi  konsumsi  publik (jika ada yang berkunjung dan baca sih :D) aku juga gak terlalu PD karena tulisanku emang gak berbobot, namun karena tujuan dari nulis di blog kan emang buat menyajikan sesuatu yang akan menjadi konsumsi publik jadi kayaknya  emang udah konsekuensinya ya kalau mau nulis di blog. Lagi pula ada baiknya juga menjadi sih jika menjadi konsumsi publik  karena kita bakalan dapat komentar yang macam-macam, entah mungkin saja ada yang bisa jadi bahan introspeksi bagi kita dan barangkali juga ada yang memberikan masukan/ide untuk tulisan kita dan tidak menutup kemungkinan juga akan ada komentar-komentar negative yang akan membuat kita down . Well,,,apapun itu intinya komentar apa saja yang akan kita terima dari pembaca silahkan ambil dan cerna yang positifnya aja dan untuk komentar-komentar yang negative seharusnya gak jadi beban buat kita ya.



Dalam berbagai jenis kriteria menulis aku gak punya satupun dan yang aku punya hanya sebuah keinginan saja ya hanya keinginan untuk mengabadikan cerita-cerita hidupku biar bisa menjadi cerita masa lalu yang ter-arsip dengan aman disini dan juga biar bisa dibaca-baca lagi ntar kalau udah tuing hihii dan gak masalah walau ceritaku sama sekali gak bermutu dan gak bermanfaat bagi orang lain yang penting bagiku ceritaku terabadikan hihihii, karena aku emang gak punya kapasitas untuk sekedar disebut menulis.



Pada saat bercerita tentang sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu beberapa orang tua yang sudah masuk kategori lansia sering mengeluh bahwa ingatan mereka jauh berkurang seiring bertambahnya usia mereka dan contohnya gak jauh-jauh deh ibuku sendiri udah mulai seperti itu bahkan  aku sendiri juga malah sering banyak lupanya sih hehee. Oleh karena itu melalui blog ini aku ingin bercerita dan biarlah ceritaku menjadi sejarah bagi diriku sendiri hingga suatu saat nanti ketika aku menua dan memiliki anak cucu aku masih memiliki ingatan yang baik untuk diceritakan kepada mereka melalui blog ini hihihii.

Melalui tulisan, kita akan selalu memiliki ingatan yang bagus,,,

Melalui tulisan, kita merasa nyaman menceritakan apapun,,,

Melalui tulisan, pikiran dan perasaan yang berkecamuk juga plong karena ditumpahkan dengan menulis

Dan yaa…tak mengapa walau tulisanmu amburadul, tulis saja yang ingin kamu tulis dan cobalah untuk tidak dulu berfikir bahwa kamu menulis untuk orang lain baca tetapi kamu menulis untuk dirimu sendiri sebagai arsipmu saja kelak.